Wajib Tahu! Cara Menghitung Zakat, Jenis Zakat, Penerima Zakat dan Syarat Zakat

3 April 2024, 09:00 WIB
Ilustrasi Zakat Fitrah/niat Zakat Fitrah untuk diri sendiri dan keluarga. /Antara Foto

MUDANESIA - Zakat adalah bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan. Zakat merupakan salah satu rukun Islam, zakat ditunaikan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (asnaf).

Zakat dikeluarkan sebagai sebab adanya pertumbuhan dan perkembangan harta, pelaksanaan zakat itu mengakibatkan pahala menjadi banyak. Sedangkan makna suci menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan dan pensuci dari dosa-dosa.

Syarat dikenakan Zakat

  1. Harta tersebut merupakan barang halal dan diperoleh dengan cara yang halal.
  2. Harta tersebut dimiliki penuh oleh pemiliknya.
  3. Harta tersebut merupakan harta yang dapat berkembang.
  4. Harta tersebut mencapai nishab sesuai jenis hartanya.
  5. Harta tersebut melewati haul; dan
  6. Pemilik harta tidak memiliki hutang jangka pendek yang harus dilunasi.

Asnaf (Golongan Penerima Zakat)
Dalam QS. At-Taubah ayat 60, Allah memberikan ketentuan ada delapan golongan orang yang menerima zakat yaitu sebagai berikut:

  1. Fakir, bagi mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
  2. Miskin, bagi mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan atau pokok.
  3. Amil adalah mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
  4. Mualaf adalah mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.
  5. Ribet adalah budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya.
  6. Gharimin adalah mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
  7. Fisabilillah adalah mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.
  8. Ibnu Sabil adalah mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

Jenis Zakat
Secara umum zakat terbagi menjadi dua jenis diantaranya:

  1. Zakat fitrah (zakat al-fitr) adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan perempuan muslim yang dilakukan pada bulan Ramadhan.
  2. Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas segala jenis harta, yang secara zat maupun substansi perolehannya, tidak bertentangan dengan ketentuan agama. Sebagai contoh, zakat mal terdiri atas uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, dan lain-lain, sebagaimana yang terdapat dalam UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014 yang telah diubah dua kali dengan perubahan kedua adalah Peraturan Menteri Agama No. 31/2019, dan pendapat Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi serta para ulama lainnya.

Syarat Zakat Fitrah

  1. Beragama Islam hidup pada saat bulan ramadhan.
  2. Memiliki kelebihan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya idul fitri.

Syarat Zakat Mal

  1. Harta yang dimiliki merupakan milik penuh
  2. Halal
  3. Cukup nisab
  4. Haul , syarat haul tidak berlaku untuk zakat pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan, pendapatan dan jasa, serta zakat rikaz.

Cara Menghitung Zakat Fitrah
1. Menentukan Besaran Zakat Fitrah
Zakat fitrah biasanya diberikan dalam bentuk bahan makanan pokok yang umum dikonsumsi oleh masyarakat setempat.

Pada umumnya, besaran zakat fitrah adalah 2,5 kg dari jenis bahan makanan pokok yang biasa dikonsumsi.

Jenis dan jumlah zakat fitrah disesuaikan dengan wilayah masing-masing, mengikuti pedoman yang dikeluarkan lembaga agama setempat yang berkompeten.

2. Menghitung Jumlah Jiwa yang Wajib Dizakati
Setiap anggota keluarga yang memenuhi syarat (muslim, baligh dan mampu) dihitung sebagai satu jiwa yang wajib dikeluarkan zakat fitrahnya.

Termasuk anggota keluarga atau siapa pun yang tinggal di dalam satu rumah, seperti pembantu rumah tangga, bahkan tamu yang tinggal selama lebih dari setahun.

3. Perhitungan Zakat Fitrah
Setelah menentukan jenis bahan makanan pokok yang akan digunakan untuk zakat fitrah dan jumlah jiwa yang wajib dizakati, muzaki dapat menghitung zakat fitrah dengan menggunakan rumus:

Zakat Fitrah = Jumlah jiwa yang wajib dizakati x besaran zakat fitrah (dalam kg)

4. Pembayaran Zakat Fitrah
Zakat fitrah dibayarkan sebelum hari raya Idul Fitri atau pada waktu-waktu yang telah ditetapkan oleh lembaga agama setempat yang berkompeten.

Pembayaran juga dapat dilakukan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ).

5. Penyaluran Zakat Fitrah
Dapat dilakukan melalui lembaga-lembaga yang mengorganisir pendistribusi zakat fitrah kepada mereka yang membutuhkan.

6. Pencatatan dan Pelacakan
Penting untuk mencatatkan pembayaran zakat fitrah, agar muzaki dapat melacak dan memastikan bahwa dirinya telah memenuhi kewajiban dengan benar.***

Editor: Alif Niyu Ramdhan Rusyadi

Sumber: Mudanesia

Tags

Terkini

Terpopuler