Wow! Kurang dari 5 Menit Santri Daarut Tarmizi Bisa Presentasikan 16 Tenses 

- 29 Desember 2023, 23:19 WIB
/

MUDANESIA - Pondok Pesantren Daarut Tarmizi mengajarkan kursus bahasa Inggris dengan metode mahir tanpa menulis. Semua santri di latih bahasa Inggris mulai dari kemampuan dasar.

Dalam waktu satu setengah bulan, Santri Pondok Pesantren Daarut Tarmizi telah mampu mempresentasikan 16 tenses bahasa Inggris secara lengkap dengan durasi kurang dari lima menit.

Hal itu merupakan salah satu hasil pelatihan bahasa Inggris yang diikuti santri Pondok Pesantren Daarut Tarmizi.

Dimas Holil selaku instruktur kursus mengaku melatih program percepatan bagi santri Pondok Pesantren Daarut Tarmizi tidak mudah. Karena umumnya butuh waktu hingga bertahun-tahun untuk memiliki mentalitas belajar bahasa Inggris yang tinggi.

Baca Juga: Kisah Anak Santri Flores yang Bermimpi Jadi Hafizh Qur'an

Namun, santri Pondok Pesantren Daarut Tarmizi mampu menguasai seluruh materi dengan baik dalam kurun waktu singkat.

"Secara umum seluruh santri sudah mencapai keterampilan yang ditargetkan," kata Dimas Holil.

Materi yang dikuasai santri Pondok Pesantren Daarut Tarmizi di antaranya adalah 16 tenses, development grammar, speaking, conversation dan vocabulary.

Sementara keterampilan yang dikuasai santri seperti mendemonstrasikan 16 tenses, mampu berbicara di depan umum hingga mengajarkan kembali materi bahasa Inggris yang sudah dipelajari kepada orang lain.

Dari seluruh santri Pondok Pesantren Daarut Tarmizi, Jocky Maulana meraih poin tertinggi dengan 1.000 poin.

Baca Juga: Doa Rasulullah SAW untuk Mengusir Jin: Arab, Latin, dan Artinya

Sementara ada empat santri lain yang juga mendapat grade A, mereka adalah Aaisy Genius Shabah Mubarak, Muhammad Ilham Ramadhan, Muhammad Kaysan Nafwan Ali dan Malik Nabil Al-Ghany.

"Seluruh tim A sudah siap untuk melakukan uji publik dengan penguasaan materi dan dapat dikembangkan dalam pelatihan lisensi," ungkap Dimas.

Sementara itu, Ustadz Muhammad Nasihin selaku pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tarmizi mengaku bangga kepada santrinya. Mengingat, mereka sebelumnya telah menguasai tamyiz dan mampu menerjemahkan 30 juz Al-Qur'an.

"Dengan tambahan ilmu baru ini, semoga santri menjadi semakin termotivasi untuk mengasah terus ilmunya, jadi selain baik secara agama, mereka juga mempunyai kemampuan yang mumpuni untuk menjadi bekal di masa depan," tutur Ustadz Muhammad Nasihin***

Editor: Tatos Ridwan A. Fauzi

Sumber: Daarut Tarmizi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah